Ternyata matematika itu ajaib ya????
Absolutely amazing!
Beauty of Mathematics !!!!!!!
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn't it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Sabtu, 29 November 2008
Kamis, 27 November 2008
Award lagi dr Sahabat
Award ini dari helen. Keep smile for you. Terima kasih untuk semua apresiasimu baik coment, award dan semuanya. PR nya kukerjakan dulu : 1. Masih sempat posting dan silaturrohmi ke sahabat blogger disela-sela kepenatan kerja dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore.
2. Masih dapat tambahan penghasilan hari ini dari bisnis sampingan lain-lain.3. Pulang kerja ketemu lagi dengan sang jagoanku alghifari yang lucu dan ngangeni.
4. Bisa menyelesaikan semua pekerjaan dan tugas sekolah yang menumpuk cepat sebelum sampai deadline waktunya sehingga bisa nyantai dan berkumpul bercengkrama dengan istri (fitria) dan anak (alghifari) tercinta.
5. Waktu dapat surat panggilan test CPNS di Semarang. 6. waktu berangkat kesekolah bisa naik motor lagi setelah kurang lebih 1 tahun boros bahan bakar pakai mobil terus karena belum punya motor alias belum bisa beli motor lagi.
7. Waktu naik motor berangkat kerja pagi, sejuk banget udaranya.8. Saat tagihan listrik, telepon, dan pulsa sudah tercukupi semua hari ini.
9. Saat dengar khabar mbah kakung ponorogo bisa tindak kesini tgl 6 desember besok menemani alghif dirumah saat kami berdua ikut test CPNS (Istri di Blora dan saya di Semarang)
10. Yang terpenting, Alhamdulillah setelah ibuku di Tanah Suci Mekah berkirim khabar Sehat dan lancar Ibadahnya, Cuma agak batuk karena disana banyak debu dengan direnovasinya Masjidil Haram. Tapi secara umum Sehat dan lancar. Semoga Allah selalu melindungi Engkau Ibukku, jauh dari mara bahaya, jauh dari penyakit, lancar dalam menunaikan setiap rukun dan syarat wajib haji. Selalu berkonsentrasi dengan ibadah ya Mam. Kami Sayang Engkau. Do'akan kami masih muda bisa segera kesana nantinya. Dan kami segera bisa menjadi GURU Tetap (PNS). Amin.
Nah, PR dan award ini juga kupersembahkan buat sahabatku yang lain (karena sahabatku belum banyak, jadi yang dapat dua atau tiga kali ya mohon diterima saja dobel dari aku karena kamu semua itulah sahabat-sahabatku). PR nya adalah : sebutkan Jelaskan 10 hal yang telah membuat anda tersenyum hari ini !
Mbak helen, Bonus awardnya (tag persahabatan) aku ambil yang ini ya :
dan kupersembahkan buat sahabatku yang lain (Mohon diambil dua-duanya) setelah mengerjakan PRnya. PR ini buat :
1. Riema zie-zie. Hari ini sedang berulang tahun. Aku dobeli ya awardnya. (PRnya tidak usah)
2. Ibu guru (Umi Farida). Sedang berulang tahun hari guru ke 63.
3. Funfemale.
4. Boronita. Persibo harus selalu All out dalam setiap pertandingan.
5. Anelies. Give me smile, give U smile. Simbiosis mutualisme.
6. Athonk. Share musiknya yang terbaru saya download terus.
7. Dije kesasar. Award pertamaku dari kamu. Aku gak kan lupakan itu.
Oke sahabat, Sesuai dengan tema award : Smile 4 U All, dan Salam persahabatan selalu. Award dan PR ini untuk kalian.
Mbak helen, Bonus awardnya (tag persahabatan) aku ambil yang ini ya :
dan kupersembahkan buat sahabatku yang lain (Mohon diambil dua-duanya) setelah mengerjakan PRnya. PR ini buat :1. Riema zie-zie. Hari ini sedang berulang tahun. Aku dobeli ya awardnya. (PRnya tidak usah)
2. Ibu guru (Umi Farida). Sedang berulang tahun hari guru ke 63.
3. Funfemale.
4. Boronita. Persibo harus selalu All out dalam setiap pertandingan.
5. Anelies. Give me smile, give U smile. Simbiosis mutualisme.
6. Athonk. Share musiknya yang terbaru saya download terus.
7. Dije kesasar. Award pertamaku dari kamu. Aku gak kan lupakan itu.
Oke sahabat, Sesuai dengan tema award : Smile 4 U All, dan Salam persahabatan selalu. Award dan PR ini untuk kalian.
Rabu, 26 November 2008
Empaty yang berharga dari Andy F Noya
EMPATI
By : Andy F Noya
Pengalaman ini berasal dari Bang Andy F Noya Kick Andy.Com
By : Andy F Noya
Pengalaman ini berasal dari Bang Andy F Noya Kick Andy.Com
Yang sepertinya perlu saya sharingkan dengan teman-teman dan sahabat yang lain. Semoga bermanfaat dan berkenan.
Ini Perjalanan kisahnya :
Ini Perjalanan kisahnya :
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.
Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.
Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.
Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.
Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.
Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.
Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya.
Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebaratan-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.
Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.
Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.
Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.
Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.
Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.
Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.
Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.
Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu.
Mulailah sekarang juga.
Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.
Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.
Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.
Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.
Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.
Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya.
Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebaratan-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.
Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.
Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.
Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.
Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.
Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.
Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.
Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.
Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.
Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu.
Mulailah sekarang juga.
Selasa, 25 November 2008
Lama Ga Posting Keluarga
Kemarin 4 hari kena sariawan makannya susah banget. Tidak mau makan tidak mau minum kalau tidak dipaksa. Biasanya ceria, banyak tanya, banyak cerita, ingin tahu ini, ingin tahu itu. Tapi saat sakit sariawan jadi pendiam, jarang ngomong, makan minum dipaksa, kalo gak dipaksa ya ga mau makan atau minum.
Alhamdulillah dua hari ini sudah normal kembali, ceria, banyak tanya, lincah, yah seperti alghif yang biasanya. Terima Kasih ya Allah.
Award ke 3 dan Ke 4

Sahabat blogger aku, Zie mempersembahkan award yang tentunya dengan senang hati aku terima untuk mempererat tali persahabatan. Sesuai dengan tema award, Have a Great day terkhusus buat zie dan tentunya buat semua teman blogger yang lain. I Wish Have a Great Day for U All. Thank A lot. Dan ku teruskan award ini untuk sahabat yang lain :1. FunFemale. Sesama Blogger Bojonegoro. Have a great day 4 U this day and forever.
2. Anita Mui. Sahabatku di hongkong. Have a great day di hongkong.
3. Anelies. Sahabat blogger di Malang.
4. Dian. Sahabat blogger kecilku yang imut.
5. Umi Farida. Rekan blogger Guru Karena hari ini adalah hari guru. Have a great day Bu Guru.
6. Boronita. Sesama pecinta PERSIBO.
Dan semua sahabat blogger yang lain. Buat teman-temanku penerima award silahkan diteruskan lagi awardnya jika memang ada yang spesial untuk dipersembahkan award sesuai dengan temanya.
"Have a Great Day 4 U All"
"Have a Great Day 4 U All"
Masih Seputar CPNS Blora dan Bojonegoro
Mulai Kirim Kartu Ujian CPNS
BLORA - Surat balasan lamaran CPNS Pemkab Blora mulai dikirim kemarin (24/11). Bagi pendaftar yang berkasnya memenuhi syarat, mereka berhak mendapatkan kartu ujian.
''Pelaksanaan ujian tertulis Minggu (7/12) depan,'' ujar Kepala Sub Bagian Pembinaan Pegawai Bagian Kepegawaian Blora Sukarno.
Berkas yang dinilai memenuhi syarat, kata dia, di antaranya foto kopi ijazah dan tanskrip nilai dilegalisasi pejabat yang berwenang. ''Berapa jumlah berkas yang tidak memenuhi syarat, kami belum data semuanya,'' jelasnya.
Panitia, kata Sukarno, telah menyelesaikan verifikasi berkas pendaftaran CPNS. ''Alamat pendaftar sudah jelas. Kami koordinasi dengan kantor pos untuk secepatnya mengirim berkas balasan kepada para pendaftar,'' imbuhnya.
Setelah surat balasan panitia CPNS diterima para pendaftar, Sukarno meminta mereka segera mengecek tempat pelaksanaan ujian, minimal satu hari sebelum ujian tertulis berlangsung. ''Lokasi ujian tertulis di antaranya di GOR Mustika, SMPN 1 Blora, dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas),'' katanya.
Pelamar Tembus Lima Ribu
Di Bojonegoro, hingga kemarin total 5.271 pelamar telah mendaftarkan diri dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pemkab setempat. Para pelamar itu sudah mendapatkan tanda peserta ujian CPNS.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro Herry Sudjarwo menjelaskan, pelaksanaan penerimaan CPNS semakin lancar. Meski terdapat kerumunan calon pendaftar, tidak sampai terjadi antrean memanjang. ''Alhamdulilah semua sudah lancar,'' katanya.
Kemarin, lanjut dia, ada 1.234 pendaftar. Pelamar itu di antaranya 71 guru SMP, 91 guru SMA, dan 124 guru SMK. Juga, 150 orang yang bersaing mengisi tenaga teknis. ''Yang terbanyak masih guru SD, kemarin 570 orang pelamar,'' ujarnya.
Bahkan, secara total sudah ada 2.309 pelamar untuk memperebutkan kursi guru SD. Jumlah pelamar terbanyak kedua di posisi tenaga kesehatan, yakni 804 orang. ''Sementara guru SMA paling sedikit, 391 orang,'' imbuhnya.
Dia menuturkan, jumlah pendaftar akan bertambah lagi beberapa hari mendatang. ''Bukan tidak mungkin bisa tembus 10 ribu pelamar karena masih ada beberapa hari pendaftaran,'' katanya. (ono/ade)
BLORA - Surat balasan lamaran CPNS Pemkab Blora mulai dikirim kemarin (24/11). Bagi pendaftar yang berkasnya memenuhi syarat, mereka berhak mendapatkan kartu ujian.
''Pelaksanaan ujian tertulis Minggu (7/12) depan,'' ujar Kepala Sub Bagian Pembinaan Pegawai Bagian Kepegawaian Blora Sukarno.
Berkas yang dinilai memenuhi syarat, kata dia, di antaranya foto kopi ijazah dan tanskrip nilai dilegalisasi pejabat yang berwenang. ''Berapa jumlah berkas yang tidak memenuhi syarat, kami belum data semuanya,'' jelasnya.
Panitia, kata Sukarno, telah menyelesaikan verifikasi berkas pendaftaran CPNS. ''Alamat pendaftar sudah jelas. Kami koordinasi dengan kantor pos untuk secepatnya mengirim berkas balasan kepada para pendaftar,'' imbuhnya.
Setelah surat balasan panitia CPNS diterima para pendaftar, Sukarno meminta mereka segera mengecek tempat pelaksanaan ujian, minimal satu hari sebelum ujian tertulis berlangsung. ''Lokasi ujian tertulis di antaranya di GOR Mustika, SMPN 1 Blora, dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas),'' katanya.
Pelamar Tembus Lima Ribu
Di Bojonegoro, hingga kemarin total 5.271 pelamar telah mendaftarkan diri dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pemkab setempat. Para pelamar itu sudah mendapatkan tanda peserta ujian CPNS.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bojonegoro Herry Sudjarwo menjelaskan, pelaksanaan penerimaan CPNS semakin lancar. Meski terdapat kerumunan calon pendaftar, tidak sampai terjadi antrean memanjang. ''Alhamdulilah semua sudah lancar,'' katanya.
Kemarin, lanjut dia, ada 1.234 pendaftar. Pelamar itu di antaranya 71 guru SMP, 91 guru SMA, dan 124 guru SMK. Juga, 150 orang yang bersaing mengisi tenaga teknis. ''Yang terbanyak masih guru SD, kemarin 570 orang pelamar,'' ujarnya.
Bahkan, secara total sudah ada 2.309 pelamar untuk memperebutkan kursi guru SD. Jumlah pelamar terbanyak kedua di posisi tenaga kesehatan, yakni 804 orang. ''Sementara guru SMA paling sedikit, 391 orang,'' imbuhnya.
Dia menuturkan, jumlah pendaftar akan bertambah lagi beberapa hari mendatang. ''Bukan tidak mungkin bisa tembus 10 ribu pelamar karena masih ada beberapa hari pendaftaran,'' katanya. (ono/ade)
Selasa, 18 November 2008
"Guru adalah Cahaya"
"Guru adalah cahaya"
•
• Guru adalah kunci
• Untuk kita mencerahkan manusia
• Mendidiklah tanpa lelah
• Sampai engkau tlah tiada
• Guru yang amanah
• Takkan terikat waktu
• Lakukan tugasmu yang mulia
• Warnai bintang di jiwa
• Mendidiklah dan tetap amanah
• Walau dunia tak seindah surga
• Bersyukurlah pada yang Kuasa
• Cinta kita pada-Nya
• Selamanya …….
• Cinta kepada manusia
• Memberikan senyuman abadi
• Walau hidup kadang tak adil
• Tapi cinta lekat di kita
Dikutip From : Syamril
itu ungkapan Syekh Dr. Kholil Al Harby dari Universitas Madinah Arab Saudi pada acara Seminar dan Motivasi Guru "Pendidikan Iman Takwa dan Akhlak Mulia" yang diikuti sekitar 1000 (seribu) orang guru dari Bandung dan sekitarnya.
Suatu bangsa dapat diamati 'kecerahan' cahayanya dengan melihat kondisi gurunya. Jika bangsa itu, kurang bercahaya, berarti ada masalah di gurunya. Demikian pula sebaliknya.
Beliau tidak tahu dan tidak bermaksud menyindir Indonesia, tapi rasanya bangsa kita yang masih "sakit" ini, mungkin juga disebabkan oleh kondisi gurunya yang lagi "redup" cahayanya.
Di sisi lain, Prof. Dr. Ahmad Tafsir, MA dari UIN SGD Bandung juga menceritakan diskusi di Depdiknas pusat tentang pendidikan Indonesia. Semua menyoroti bahwa pendidikan kita kurang daya saing, dan sebagainya.. .
Saya ingin beda, saya melihat pendidikan kita telah gagal, karena masih melahirkan para koruptor, orang-orang beringas dan perangai buruk lainnya" ... itu kata Beliau.
Agar guru betul-betul dapat "bercahaya" dan 'dapat melahirkan orang-orang baik, tidak ada pilihan, guru harus banyak belajar dari sosok Laskar Pelangi... Ini sih ungkapan Marissa Haque yang juga hadir di acara ini.
Intinya guru harus amanah sebagaimana bait ini (bisa dinyanyikan dengan lagu Laskar PElangi)
Suatu bangsa dapat diamati 'kecerahan' cahayanya dengan melihat kondisi gurunya. Jika bangsa itu, kurang bercahaya, berarti ada masalah di gurunya. Demikian pula sebaliknya.
Beliau tidak tahu dan tidak bermaksud menyindir Indonesia, tapi rasanya bangsa kita yang masih "sakit" ini, mungkin juga disebabkan oleh kondisi gurunya yang lagi "redup" cahayanya.
Di sisi lain, Prof. Dr. Ahmad Tafsir, MA dari UIN SGD Bandung juga menceritakan diskusi di Depdiknas pusat tentang pendidikan Indonesia. Semua menyoroti bahwa pendidikan kita kurang daya saing, dan sebagainya.. .
Saya ingin beda, saya melihat pendidikan kita telah gagal, karena masih melahirkan para koruptor, orang-orang beringas dan perangai buruk lainnya" ... itu kata Beliau.
Agar guru betul-betul dapat "bercahaya" dan 'dapat melahirkan orang-orang baik, tidak ada pilihan, guru harus banyak belajar dari sosok Laskar Pelangi... Ini sih ungkapan Marissa Haque yang juga hadir di acara ini.
Intinya guru harus amanah sebagaimana bait ini (bisa dinyanyikan dengan lagu Laskar PElangi)
•
• Guru adalah kunci
• Untuk kita mencerahkan manusia
• Mendidiklah tanpa lelah
• Sampai engkau tlah tiada
• Guru yang amanah
• Takkan terikat waktu
• Lakukan tugasmu yang mulia
• Warnai bintang di jiwa
• Mendidiklah dan tetap amanah
• Walau dunia tak seindah surga
• Bersyukurlah pada yang Kuasa
• Cinta kita pada-Nya
• Selamanya …….
• Cinta kepada manusia
• Memberikan senyuman abadi
• Walau hidup kadang tak adil
• Tapi cinta lekat di kita
Dikutip From : Syamril
Langganan:
Postingan (Atom)